micro-scopic:

Histopathological examination showed the pancreatic parenchyma with dense infiltration of medium-sized lymphoid cells accompanied by follicle formation (ab). Immunohistochemical examination revealed that the medium-sized lymphoid cells in the germinal centers were positive for CD20 (c) and bcl-2 protein and negative for CD79a, CD3 and AE1/AE3. Lymphoepithelial lesions (d) were recognized.

Source:
Primary pancreatic low-grade mucosa-associated lymphoid tissue lymphoma presenting with multiple masses
Clinical Journal of Gastroenterology, Volume 1, Number 4.
(http://www.springerlink.com/content/n3n6j4m211261588/

rhamphotheca:

eximago:  Pallas’s Cat (Otocolobus manul)

The Pallas’ cat or manul  is a a species of cat native to the steps of Central Asia. The manul is about the size of a house cat with shorter legs. Its long, thick fur gives it the appearance of being bulkier than it actually is. Among its unusual  features for felines are shorter claws and fewer teeth (the first upper premolar is absent) than most cats.
The range of this species is broken and patchy, occurring within Kyrgyzstan, Kazakhstan, Mongolia, Kashmir, the Tibetan Plateau and parts of Russia.
They shelter in caves, crevices, and marmot burrows most of the day and come out in the late afternoon to hunt. They take voles, gerbils, pikas, partridges, small marmots, as well as other small diurnal animals. They aren’t fast runners and so use the terrain for cover and ambush their prey.
They are listed as Near Threatened by the IUCN. Hunting and trapping are the main dangers they face for their survival. Domestic dogs will also kill them, and they often get caught in leg snares intended for wolves and foxes, or marmots and hares. They’re also frequently shot when mistaken for marmots.

rhamphotheca:

eximagoPallas’s Cat (Otocolobus manul)

The Pallas’ cat or manul  is a a species of cat native to the steps of Central Asia. The manul is about the size of a house cat with shorter legs. Its long, thick fur gives it the appearance of being bulkier than it actually is. Among its unusual  features for felines are shorter claws and fewer teeth (the first upper premolar is absent) than most cats.

The range of this species is broken and patchy, occurring within KyrgyzstanKazakhstanMongoliaKashmir, the Tibetan Plateau and parts of Russia.

They shelter in caves, crevices, and marmot burrows most of the day and come out in the late afternoon to hunt. They take voles, gerbils, pikas, partridges, small marmots, as well as other small diurnal animals. They aren’t fast runners and so use the terrain for cover and ambush their prey.

They are listed as Near Threatened by the IUCN. Hunting and trapping are the main dangers they face for their survival. Domestic dogs will also kill them, and they often get caught in leg snares intended for wolves and foxes, or marmots and hares. They’re also frequently shot when mistaken for marmots.

micro-scopic:

Midbrain, Rat x40 (BC stain)

rhamphotheca:

Margay will have his taste… oh yes he will. 

rhamphotheca:

ichthyologistPinnate Batfish (Platax pinnatus) Juvenile and Adult

Images copyright Rokus Groeneveld and David Harasti

(Source: ichthyologist-2)

Hai, saya Virus >:)

Infeksi virus menimbulkan kerusakan seluler atas sel target secara:

1. Sitopatik atau sitolisis,

2. Onkogenik. Dampak sitopatik replikasi secara cepat partikel virus intrasel yang mengganggu metabolisme sel  menimbulkan jejas pada sel secara langsung. Mekanisme tidak langsung dapat terjadi melalui induksi respon imonologik terhadap virus dan kerusakan sel dapat disebabkan reaksi antigen-antibody atau melalui mediator. 
Virus sitopatik pada umumnya mempunyai target sel spesifik (viral trapism) yang mempunyai reseptor, yang berinteraksi dengan struktur spesifik virus, sehingga virus menempel sel target dan selanjutnya menimbulkan mekanisme perusakan setelah berhasil masuk ke dalam sel sesuai virulensinya. Virus piolemielitis, adenovirus, influenza, mempunyai polipeptida, spesifik dalam interaksinya. 
Cara masuk virus setelah proses penempelan pada permukaan sel target dapat tanpa/dengan kapsulnya (viral envelope). Virus tanpa kapsul masuk ke dalam sel dengan cara fagosistosis virion untuh, sedangkan yang berkumpul melalui proses fusi antara kapsul virus dengan membran plasma sel target/host. Replikasi virus inrasel sangat cepat, respon seluler bervariasi tergantung pada agen virus spesifik dan spesies  sel host. Lisis sel terjadi akibat depresi hebat aktifitas metabolisme seluler akibat replikasi yang eksplosif, yang menyita seluruh aktifitas biomolekuler sel dimana virus berhasil memasukinya untuk berkembang biak. Beberapa virus mampumengubah sintesis makromolekuler, misalnya pada poliomielitis, virus polio menghambat kompleks aktif yang menginisiasi sintesis protein. virus cacr air (virus pox) dan reovirus (virus enterik atau respiratorik), menyebabkan perubahan sitoskeletal seperti kerusakan baik filamen intermedit vimentin, maupun mikrotubulus. 
Virus morbili, virus herpes, dapat membentuk reaksi sel datia akibat dari beberapa fusi beberapa sel. Ini merupakan manifestasi adanya baik pemenuhan kebutuhan glikoprotein virus yang terinsersi (latin: insertio; in=dalam, serere= bergabung) dalam pembentukan membran maupun dampak yang ditimbulkan pada sitokeletal. sedangkan jisim inklusi (inclusion bodies) intranukleus atau intrasitoplasma, yang ditemukan dlam sel neuron atau ganglion susunan saraf dan sel organ lain (sel hati, dll), sering merupkan petanda adanya infeksi virus rabies, morbili, herpes, atau cacar air, disertai tersisanya partikel virus bersama materi fibriler dan/atau membran sel. imortalitas sel terinfeksi virus disertai replikasi tidak terkontrol, terjadi pada infeksi virus onkogenik.

(Source: medicalstudentdate.blogspot.com)

Apa Itu BIOENERGETIKA ?????

apa sih bionergetika itu ????

Bioenergetika adalah ilmu yang mempelajari perubahan energi yang menyertaireaksi biokimia. Ilmu ini berguna pula bagi kepentingan biomedis, diantaranya

  1. Kelaparan (kekurangan energi dari karbohidrat)2.
  2. Marasmus (kekurangan energi dari protein dan kalori)3.
  3. Obesitas ( kelebihan energi kalori)

Energy berhubungan dengan hukum termodinamika:

Hukum Termodinamika I :

Energi total dari sistem dan lingkungan adalah konstan. Jika terjadi perubahan,tidak ada energi yang hilang ataupun bertambah, yang ada hanya perubahan bentukdari energi satu ke bentuk yang lain.Misalnya: perubahan energy dari energy listrik menjadi energi cahaya.Yang jelas, energi hanya dapat berubah bentuk dan tak dapat dimusnahkan.


Hukum Termodinamika II :

Entropi total sebuah sistem harus meningkat jika reaksi berjalan spontan. Entropiyaitu keteracakan sistem, yang mencapai maksimal jika dalam keadaan kesetimbangan.

 

Entropi total sebuah sistem harus meningkat jika reaksi berjalan spontan. Entropiyaitu keteracakan sistem, yang mencapai maksimal jika dalam keadaan kesetimbangan.

ENDERGONIK dan  EKSERGONIK

Dalam tubuh, dikenal pula proses ENDERGONIK dan EKSERGONIK. Dulu dikenalsebagai ENDOTERM dan EKSOTERM, tapi panas tresebut bukan energi, setiap energyyang diproses pasti menghasilkan panas dan hanya akan terbuang begitu saja. Di dalamtubuh panas yang dibuang tersebut adalah ATP. Saat terjadi reaksi endergonik, pastinantinya akan diikuti oleh reaksi eksergonik, begitu pula sebaliknya. Reaksi endergonikdan eksergonik selalu berpasangan. Lihat gambar«.Endergonik dan eksergonik memiliki perbedaan, yaitu:

 ENDERGONIK :

  •  Membutuhkan panas/energi
  •  Prosesnya disebut anabolisme

 Cth: sintesis, kontraksi otot, eksitasisaraf, transport aktif, dll.

 

EKSERGONIK :

  •  Melepas panas
  •  Prosesnya disebut katabolisme

 Cth: Respirasi

 

 Kombinasi proses katabolik dan anabolik adalah metabolisme


Gambar 1. Penggabungan reaksi endergonik dan eksergonik

Gambar 2. Pemindahan energy bebas dari reaksi eksergonik ke reksi endergoniknmelalui senyawa perantara berenergi tinggi ?? Gambar diatas merupakan skema terjadinya energy dari proses endergonik daneksergonik. Energy yang dihasilkan adalah energy kimia dan energy panas. Energy kimia yang dihasilkan adalah ATP yang nantinya digunakan tubuh untuk beraktifitas,sedangkan panas hanya akan dibuang melalui respirasi, keringat, urine, feses,dll. Itulahsebabnya ketika kita sedang beraktifitas kita merasa panas dan tubuh kita menjadihangat. Itu terjadi karena proses metabolisme berjalan lancar

GE NE TI KA

GENETIKA adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah.

Orang yang dianggap sebagai "Bapak Genetika" adalah JOHAN GREGOR MENDEL.

Orang yang pertama mempelajari sifat-sifat menurun yang diwariskan dari sel sperma adalah HAECKEL (1868).

Blendel mempelajari hereditas pada tanaman kacang ercis (Pisum sativum) dengan alasan:

1. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang menyolok.
2. Biasanya melakukan penyerbukan sendiri (Self polination).
3. Dapat dengan mudah diadakan penyerbukan silang.
4. Segera menghasilkan keturunan.

GALUR MURNI adalah vanetas yang terdiri dari genotip yang homozigot. Simbol “F” (= Filium) menyatakan turunan, sedang simbol “P” (=Parentum) menyatakan induk.

HIBRIDA (BASTAR) adalah keturunan dari penyerbukan silang dengan sifat-sifat beda——> jika satu sifat beda disebut MONOHI

(Source: kambing.ui.ac.id)

Fungsi Sel :D

Dinding sel

Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel.
Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu.

Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.

Membran Plasma


Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.

Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.

Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.

Transpor pasif

Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.

Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.

Transpor aktif

Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.

Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.

Mitokondria

Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah “pembangkit tenaga” bagi sel.

Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].

Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.

Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.

Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium

Lisosom

Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.

- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

Badan Golgi

Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.

Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.

beberapa fungsi badan golgi antara lain :

1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3. Membentuk dinding sel tumbuhan
4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5. Tempat untuk memodifikasi protein
6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7. Untuk membentuk lisosom

Retikulum Endoplasma


RETIKULUM ENDOPLASMA (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik.

Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).

Ada tiga jenis retikulum endoplasma:
RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

Nukleus


Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri

Plastida

Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. ada tiga macam plastida, yaitu :
- leukoplast : plastida yang berbentuk amilum(tepung)
- kloroplast : plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari : klorofil a dan b (untuk fotosintesis), xantofil, dan karoten
- kromoplast : plastida yang banyak mengandung karoten

Sentriol (sentrosom)


Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom.

Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S, yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol. Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang. Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.

Vakuola


Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.

fungsi vakuola adalah :
1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel



Sel itu …. ???

Teori-teori tentang sel

Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula)

Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)

Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”

Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma.

Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.

Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus)

Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup

Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla)

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti

   a. sel prokarion, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru
   b. sel eukarion, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru

   Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel eukariotik. Akan tetapi, sel prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :

Sel Prokariotik

  • - Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid
  • - Organel-organelnya tidak dibatasi membran
  • - Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
  • - Diameter sel antara 1-10mm
  • - Mengandung 4 subunit RNA polymerase
  • - Susunan kromosomnya sirkuler


Sel Eukariotik

  • - Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus
  • - Organel-organelnya dibatasi membran
  • - Membran selnya tersusun atas fosfolipid
  • - Diameter selnya antara 10-100mm
  • - Mengandungbanyak subunit RNA polymerase
  • - Susunan kromosomnya linier

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Kromosom dan Fungsinya

a. Sel Somatis, sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid
b. Sel Germinal. sel kelamin yang berfungsi untuk reproduksi dan bersifat haploid

Bagian-bagian Sel

  • - Bagian hidup(komponen protoplasma), terdiri atas inti dan sitoplasma termasuk cairan dan struktur sel seperti : mitokondria, badan golgi, dll
  • - Bagian mati (inklusio), terdiri atas dinding sel dan isi vakuola

(Source: kamuspengetahuan.blogspot.com)

sciencenote:

Ovarian cancer usually happens in women over age 50, but it can also affect younger women. Its cause is unknown. Ovarian cancer is hard to detect early.

The sooner ovarian cancer is found and treated, the better your chance for recovery. But ovarian cancer is hard to detect early. Many times, women with ovarian cancer have no symptoms or just mild symptoms until the disease is in an advanced stage and hard to treat. Symptoms may include:

  • Heavy feeling in pelvis
  • Pain in lower abdomen
  • Bleeding from the vagina
  • Weight gain or loss
  • Abnormal periods
  • Unexplained back pain that gets worse
  • Gas, nausea, vomiting, or loss of appetite

Treatment is usually surgery followed by treatment with medicines called chemotherapy.

In most cases, the exact cause of ovarian cancer remains unknown. The risk of developing ovarian cancer appears to be affected by several factors.Older women, and in those who have a first or second degree relative with the disease, have an increased risk. Hereditary forms of ovarian cancer can be caused by mutations in specific genes (most notably BRCA1and BRCA2, but also in genes for hereditary nonpolyposis colorectal cancer). Infertile women and those with a condition called endometriosis, and those who use postmenopausalestrogen replacement therapy are at increased risk. Use of combined oral contraceptive pills is a protective factor. The more children a woman has, the lower her risk of ovarian cancer. Early age at first pregnancy, older age of final pregnancy and the use of low dose hormonal contraception have also been shown to have a protective effect. The risk is also lower in women who have had their fallopian tubes blocked surgically (tubal ligation).

micro-scopic:

Cryptococcosis of lung in patient with AIDS. (Mucicarmine Stain)

Chalcedony on Chrysocolla stalactites
Inspiration Mine, Inspiration, Globe-Miami District, Gila Co., Arizona, USA.

(Source: geologise)

This is me :)

This is me :)